Prajurit TNI Tempo Doeloe di Penugasan Seroja

 


Batalyon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 501 dan 502 bertindak sebagai pasukan pemu*kul utama dalam operasi lintas udara terbesar sejarah ABRI saat merebut Kota Dili pada tanggal 7 Desember 1975. Kedua batalyon elit dari Brigif 18/Trisula KOSTRAD ini diterjunkan langsung ke jantung pertahanan musuh (Fretilin) menggunakan pesawat angkut C-130 Hercules TNI AU.

Yonif Linud 501/Bajra Yudha (Madiun) Gelombang Pertama: Pasukan yang dipimpin Mayor Inf Ismail ini menjadi salah satu penye*rbu pertama yang mendarat di langit Kota Dili pada subuh hari, 7 Desember 1975.Misi Utama: Diterjunkan bersama Grup-1.

Kopassandha (sekarang Kopassus) dengan target utama menguasai pusat pemerintahan Kota Dili dan melumpuhkan titik pertahanan utama Fretilin.

Kondisi Lapangan: Penerjunan mengalami hambatan berat karena kendala komunikasi dan drop zone yang dihujani te**mbakan artile*ri Fretilin. Meski menghadapi situasi kacau, belasan prajurit Yonif Linud 501 tercatat melakukan aksi heroik bertahan dari kepungan ratusan tentara lawan demi mengamankan sektor vital.

Yonif Linud 502/Ujwala Yudha (Malang) Gelombang Kedua (Sortie Kedua): Pasukan ini diterbangkan langsung dari Pangkalan Udara Penfui di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Misi Utama: Menduduki sasaran taktis strategis di pinggiran kota, terutama merebut dan mengamankan Bandara Komoro (kini Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato).

Dampak Taktis: Penguasaan Bandara Komoro oleh Yonif 502 sangat krusial karena berhasil membuka jalur logistik udara, memungkinkan pesawat TNI AU mendarat darurat membawa bantuan pasukan, amuni*si, dan mengevakuasi korb*an lu*ka.


Sumber

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama