Kpd Yth. Mimin Pegawai Jalanan
1. Saya tonton video ini sampai habis dengan hati-hati.
2. Saya harus angkat topi, salute hasil kerja tim channel besar ini. Videonya berkelas, keren.
3. Uraiannya tampak masuk akal dan faktual, mereka yang tidak mengikuti kisah pisahnya Timtim sejak 1999 hingga kini akan terbuai sambil bilang “Ini keputusan yang cerdas”.
4. Cerdas dalam video ini digambarkan sebagai “tindakan rasional penuh pertimbangan dalam waktu sempit mampu hasilkan keputusan yang memotong masalah bertahun-tahun serta nantinya membawa kebaikan, keuntungan bagi Indonesia”, padahal tidak sepenuhnya tepat.
5. Menurut saya, pengambilan keputusan Habibi untuk menggelar Jajak Pendapat, tidak diuraikan dengan baik dalam video ini padahal itu adalah inti dari isi video ini. Apakah kalian tau bahwa pengambilan keputusan itu diwarnai “keputusan kilat emosional”, itu juga jika tak ingin dibilang penuh amarah. Kondisi terasa panic saat itu! Ingat, awalnya keputusan Habibi adalah otonomi luas namun bak sambaran petir disiang bolong, ujug-ujug, Habibi buat keputusan opsi 2, yaitu Jajak Pendapat. Keputusan ini adalah versi rezim Habibi tanpa minta persetujuan DPR/MPR, apalagi ke ABRI.
6. Selain itu, ada hal yang juga penting tentang pengambilan keputusan bahwa datanglah dari pihak asing bahwa “Timtim agar diberikan otonomi luas selama 10-15 tahun, kemudian baru diberikan jajak pendapat”. Saat itu beberapa anggota DPR menolak, begitupula Habibi sang presiden RI. Sikap Habibi ini, bagi saya adalah wujud kehebatan Habibi. Beliau berani menolak tawaran itu karena itu adalah contoh proses yang lazim dilakukan oleh negara penjajah, sedangkan Indonesia bukan penjajah. Ini keren!. Respon Habibi, apapun itu ketika itu, ditunggu media nasional hingga internasional. Ketika beliau bilang demikian, harusnya mimin angkat secara masif dalam video ini karena stigma negatif Indonesia menjajah Timtim masih subur hingga kini. Ini salah satu contoh bahwa keputusan Habibi yang cerdas itu kalau dalam celoteh saya begini: “dari pada Timtim hidup bersama Indonesia kita biayai dalam 10-15 tahun ke depan dan ujung-ujungnya harus merdeka, lebih sekarang saja, kita lepaskan Timtim”.
7. Benar saja, lalu Habibi melepaskannya yang dalam video ini “mengumpulkan beragam faktor untuk melukiskan bagaimana kondisi “keharusan sejarah” akhirnya Habibi ambil keputusan”. Video ini, membuat penonton kaya akan pengetahuan masa lalu, tapi rasanya…tidak untuk setelahnya.
8. Memang ini bukan fokus video namun cukup jadi perhatian hasil dari keputusan cerdas Habibi itu. Ketahuilah bahwa ada puluhan ribu, warga eks-Timtim yang masih menetap diperbatasan yang hidupnya tidak beruntung secara ekonomi. Bisa saja mereka kembali ke Timor leste, namun kecintaan mereka kepada Indonesia melebihi segalanya. Secara keseluruhan, di Indonesia bisa mencapai seratusan ribu menyebar di wilayah NKRI selam lebih dari 40 tahun belakangan ini. Di jagad maya, permusuhan, pembulyan dan sejenisnya antar akun warga Indonesia dan Timor Leste kerap terjadi seakan tak berhenti. Di dunia nyata, satu saja gesekan antar warga Timor diperbatasan bisa menyulut konflik berkelanjutan. Satu lagi, saya pernah mendengar seperti ini dari warga eks-Timtim: “Presiden Indonesia harus orang Jawa!”, saya tanya kenapa begitu: “Presiden Indonesia bukan orang Jawa, maka bisa bubar, contohnya kami”. Milik Indonesia di Timor Leste hingga kini belum jelas, begitupula sengketa batas negara, dan sebagainya.
9. Saya malahan meringkas pengambilan keputusan Habibi dengan kalimat begini: “lebih baik hilang seekor ayam, daripada hilang ayam satu kandang”. Satu hal amat penting ialah atmosfir saat Habibi ambil keputusan itu ialah politik “Bakanisasi Indonesia” yang saat itu anyir sekali dan sayangnya tak dibahas dalam video ini. Tuntutan referendum banyak ketika itu, pihak asing yang jahat sedang menunggu pecahnya Indonesia, ekonomi menuntut segera pemulihan, dan dilepasnya Timtim adalah satu solusi agar Indonesia bisa berjalan baik karena pembiayaan ke Timtim bisa dialihakn ke pos lainnya utuk perbaikan ekonomi. Ancaman embargo yang santer kala itu tetap dilakukan oleh Amerika Serikat walaupun timtim sudah pisah.
10. Sebagai penutup, berbeda 4 tahun lalu saya komentari video tentang Santa Cruz yang berisi kritik panjang, kali ini saya harus jujur harus menyanjung video channel besar ini tentang sejarah Timtim. Semoga di pin oleh minin seperti 4 tahun lalu. Terima kasih atas video kerennya!
Salam
Admin Timtim Files
