Hermenegildo da Silva: Komandan Partisan Viqueque yang Sangat Cinta Indonesia

Inilah komentar sang anak di tahun 2025:

Mlm semuanya ..saya hnya mau  perkenalkan ayah saya yang  nmanya hermenegildo dasilva, ayah saya purnawirawan polisi,,dan juga seorang veteran Indonesia,,kami sekeluarga memilih dan menetap di Kupang NTT dari tahun 1999,dan bgitu cintanya ayah saya terhadap NKRI sampai dibilang penghianat,dan sampe skrg kmi sekeluarga memilih di NKRI ,,hidup dan mati ayah saya hnya untuk ibu Pertiwi,,Puji Tuhan dalm usia yg ke 75 ayah saya masih sehat. 

Sumber





5 Komentar

  1. saya tidak begitu tertarik dulu nya. Tapi dinamika saat ini... Tidak terhindarkan sesuatu akan terjadi di Timor Leste. 2030 an ada potensi kerusuhan atau lebih dari itu. Ketika pemerintahan kolaps. ketika ekonomi nya sangat parah disertai krisis identitas. Pemerintah TL tidak sanggup memupuk nasionalisme kemarin sore. jiwanya kering. olahraga nya payah. Hiburan dll pun ga bisa dibanggakan. elit nya gengsi tapi rakyat nya realistis pragmatis

    BalasHapus
  2. Mantap min buat pelajaran sejarah dan melihat realitas zaman. sebenarnya masih banyak disana yg tidak menghendaki kemerdekaan tsb. Mereka ga ngerti apa-apa. hanya diam dan menyimpan uneg-uneg sendiri agar tidak di rundung dll. apa artinya merdeka jika martabat semakin kerdil di hadapan dunia.

    indoktrinasi di sekolah dst akan luntur oleh kenyataan. akan belajar bahwa sejarah itu ngga Hitam putih seperti yg ada di buku atau media Barat.

    BalasHapus
  3. dgn potensi realistis masa depan. Timor Leste 99% pasti runtuh. Menjadi negara gagal. Indonesia akan menolak menjadikan nya protektorat atau integrasi ekonomi. Nambah beban saja. mereka akan datang sendiri memohon. Ini mimpi buruk bagi Xanana dst. Yg coba di tunda dgn gas dan minyak. siksaan terpedih adalah.. ketika disalahkan atas keputusan yg keliru. Xanana takut itu dalam konteks logika kekuasaan. Pasti dia sudah sering membayangkan skenario itu terjadi. Indonesia akan jual mahal. Kita ga mau nambah beban ngurus 1 juta penduduk. Kalaupun pertimbangan lain utk menerima Timor Leste lagi. Itu untuk kedalaman geopolitik aja. Menutup blind spot di sana. Ga lebih. di tukar dgn reintegrasi politik. Provinsi biasa. Ga punya daya tawar utk minta hak otonomi. Minyaknya dll dijual dst giliran bangkrut kok minta otonomi. Kok enak? 😊.

    Ini skenario ekstrim tapi realistis di masa depan.

    BalasHapus
  4. Ga sengaja baca lagi😁🤭.
    saya pikir ada kisah menarik yg bisa di gali sama beliau. Kalau ingatannya masih kuat. Terimakasih, saya jadi tau suasana nya dari foto-foto nya

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama