Maubara merupakan sebuah desa yang terletak di Subdistrik Maubara, Distrik Liquiçá, Timor Leste, tepatnya di sebelah barat kota Liquiçá. Wilayah ini memiliki kekayaan alam yang unik karena terletak di dekat Area Burung Penting Maubara dan mencakup pesisir kecil Danau Maubara. Dalam kehidupan sehari-hari, sebagian besar penduduk setempat berkomunikasi menggunakan bahasa daerah yang disebut Bahasa Tocodede.
Wilayah ini memiliki sejarah kolonial yang dinamis, di mana pada awal pendudukan Portugis, Maubara sempat diambil alih oleh Belanda. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan benteng pertahanan Belanda yang menghadap ke teluk di tepi laut. Namun, melalui proses negosiasi pada tahun 1851, Portugal berhasil mendapatkan kembali Maubara setelah melakukan pertukaran wilayah dengan Belanda untuk wilayah Flores.
Salah satu ikon utama desa ini adalah Benteng Maubara yang dibangun oleh Belanda sekitar tahun 1756. Benteng bersejarah ini masih dalam kondisi cukup terawat dengan dua gerbang utama yang tetap kokoh. Keistimewaan dari situs ini adalah keberadaan meriam-meriam asli peninggalan masa lalu yang masih tersimpan di dalamnya, sementara bangunan di dalam area benteng baru ditambahkan pada paruh kedua abad ke-20.
Maubara menyimpan berbagai bangunan bersejarah dengan gaya arsitektur yang menawan, seperti Gereja Paroki Maubara yang dibangun dengan gaya neoklasik di bawah arahan Padre Medeiros antara tahun 1877 hingga 1897. Selain itu, terdapat Rumah Bea Cukai (Posto de Alfandega) yang dibangun pada tahun 1920. Bangunan yang terletak di seberang benteng ini kini telah dialihfungsikan menjadi pusat budaya yang dilengkapi dengan perpustakaan dan pusat informasi wisata.
Sebagai pusat administrasi suco de Vaviquinia, Maubara telah dilengkapi dengan infrastruktur yang memadai, termasuk akses jalan yang baik menuju ibu kota Dili, pasar tradisional, serta pusat kesehatan. Meski menyimpan sisi kelam sejarah terkait konflik milisi dan penggalian korban pembantaian oleh UNTAET pada tahun 2000, desa ini terus berkembang dengan tetap mempertahankan bangunan bersejarahnya, termasuk bekas sekolah Escola de Padre Medeiros yang dibangun kembali sesuai gaya aslinya.
