ELVIS DE OLIVEIRA, salah satu korban pertama Peristiwa 12 November 1991 sebelum penembakan massal di pekuburan St. Cruz Dili


Elvis dihentikan di depan stadium municipal Dili oleh sekelompok tentara dan polisi bersenjata ketika para demonstran lainya sedang bergerak maju di depan kantor Penerangan (sekarang UNDIL) menuju pekuburan. Elvis kemudian dikeroyok dan dihantam dengan popor senjata. Salah satu dari tentara itu kemudian menancapkan sangkur senjata di perut Elvis dan merobeknya dari ulu hati sampai kebawah. Tak hanya itu, sangkur itu kembali ditancapkan ke dahi Elvis sedalam beberapa centimeter. Darah muncrat keluar, Elvis roboh ke tanah tak sadarkan diri. Sekelompok tentara itu meninggalkan Elvis yang sudah roboh karena mengira sudah tewas.

Beberapa saat kemudian, ada beberapa teman datang dan secepatnya menggotong dia masuk ke taxi menuju Rumah Sakit Umum Bidau. Dalam keadaan kritis, dokter menjahit perut dan ususnya yang telah robek dengan 26 jahitan. Elvis kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Wira husada-Lahane bersama korban luka lainya. Sekitar siang itu, kami dikejutkan oleh Nita Vieira yang membawa sebuah baju seragam putih sekolah yang telah robek dan penuh bercak darah ke rumah sambil berkata “ini baju Elvis”. Kami Melihat wajah Nita yang pucat, sedih sambil menggenggam baju Elvis yang penuh bercak darah, kami diam membisu.

---------

Dalam foto ini, Elvis de Oliveira belum lama keluar dari Rumah Sakit Wira-husada Lahane Dili. Ia terlihat kurus, lemah dan tidak dianjurkan terlalu banyak bergerak akibat jahitan di perut dan dahinya. Tapi ia tak mau hilang kesempatan dengan kami untuk sedikit berpose dan bergaya di depan kamera.


Sumber

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama