Kpd. Yth. Admin Arsip Perang Nusantara
1. Saya yakin, bahwa saya adalah sedikit orang yang menonton video ini hingga habis selama 34 menit dengan hati-hati, kalau ngak mudeng lalu dimundurin, ditarik, diulang lagi..hehehehe.
2. Video ini sayangnya pakai AI, khususnya gambar, padahal kalau kamu mau luangkan waktu sedikit saja untuk cari via google maka ketemu tuh, misalnya bendera Apodeti dan UDT serta peta Timtim lama.
3. Video ini sayangnya juga pakai dubber yang terasa kesulitan melafazkan tahun dan nama-nama, sehingga terdenger belibet dan tidak familiar.
4. Salah satu komentator netijen berujar, bahwa video ini berimbang. Saya jawab: tidak. Konten kreator ini comot sana comot sini dari internet, nyaris seluruh untaian kata dalam narasi video ini sudah saya baca sebelumnya, diantaranya yang bersumber dari Tirto.Id, uraian Corby, Kompas, dan sumber internet lainnya yang populer. Koreksi jika saya salah.
5. Saya kira konten ini ingin membuat semacam urutan waktu, namun ada yang mis dan loncat. Dari Prabwo selamatkan komandannya lalu tiba2 lari ke Suparlan hingga peresmian lapangan terbang: satunya tahun 1970-an, dan satunya lagi tahun 1980-an. Yang mis lagi ialah judul: dari Balibo hingga Referendum, tapi pembahasannya setahun sebelumnya. Ganti saja judulnya “dari infiltrasi hingga pergi”. Rasanya kurang menjual ya...hehehehe...Apalagi bilang isi jajak pendapat begini: “pilih bersama Indonesia, atau tidak dan pilih merdeka”....tau?, surat suara-nya tidak ada kata-kata merdeka. Ehemm...
6. Video ini menggambarkan kekuatan Indonesia jahat, tanpa memposisikan rakyat Timtim. Kamu seperti orang Timor Leste sekarang ini, yang secara tidak sadar menjadikan pihak Indonesia menjadi “peran/aktor utama” dalam sejarah mereka?, terus orang asli sana ngapain aja?, peran figuran? suma angkut2 barang “artis” gitu? Terus kenapa kamu ngak sekalian bahas juga secara seimbang, bahwa mereka yang pro-kemerdekaan juga seperti yang kamu narasikan divideo ini?. Kondisi itu adalah perang, semua bisa terjadi. Alasan kamu tidak bahas, kemungkinan dua: kamu menolak-nya dan atau kamu tidak menemukan/malas mencari.
7. Saya mau bilang bahwa video ini bukan kajian sejarah, tapi masa lalu yang menarik untuk dijual. Popular an sich. Jujur saja, awalnya saya tertarik karena pakai kata “ARSIP”, tapi ini hanya memilih yang harus dipilih. Misal, kalian buka arsip dari Amerika Serikat tapi memilih narasi “lakukan setelah kita pergi”, padahal pihak Amerika Serikat menyatakan “lakukanlah dengan cepat”.
8. Kamu tau, tidak? bagaimana Indonesia “terpojok dan terduduk menunduk” saat akhir dan awal jajak pendapat Timtim 1999? Kamu tau, itu jaman sebelum internet ramai, kini sudah berbeda. Ternyata, saya menemukan banyak catatan sejarah dan masa lalu, dari pelaku dan saksi sejarah bahwa Indonesia tidak sepenuhnya seperti yang digambarkan dalam kertas dan televisi sebelum internet beredar luas.
9. Saya yakin, channel kamu akan segera banyak subscriber karena memang watak orang Indonesia suka hal yang berbau kekerasan, perang!. Namun, soal sejarah dan masa lalu Timtim harus hati-hati karena ini menyangkut negara kita dan negara lain yang saling bertetangga dan masih memendam dendam yang seakan tak berkesudahan satu sama lain. Ya, komentar netijen di FB dan media online lainnya menegaskan itu semua.
10. Saran saya gunakanlah sumber sejarah jika bicara Timtim karena itu adalah satu2nya cara yang dapat dipertanggungjawabkan. Channel saya seperti itu untuk pertahankan idealisme dan dampaknya ialah penonton juga subscriber-nya sedikit wkwkwkwk
11. Salam hangat, saya ucapkan terima kasih sudah membuat konten tentang Timtim. Saya juga mendapat dan menguatkan pengetahuan lagi. Respect!
12. Setiap saya menulis komentar panjang ini, dibagian akhir/penutup selalu saya bilang: PIN komentar ini. Tau? Sedikit yang melakukannya, satu yang saya ingat ialah channel Matahati Pemuda yang membahas Timtim lalu saya komentari. Dahulu (channel besar ada artisnya) dan belakangan ini ada channel yang bahas Timtim yang kerjasama dengan kampus dan LSM dalam dan luar negeri, tapi komentar panjang seperti ini (isinya kritikan sih..hahaha) malahan di-DELETE, hilang seperti jaman Pak Harto. Saya tak patah arang, saya masukkan ke wesite kami dan abadi deh. Silahkan dipilih ya...
13. Terima kasih, obrigago.
Admin Timtim Files
