Cerita Koes Plus Dikirim ke Timor Timur untuk Jadi Intelijen Era Orde Baru


Koes Bersaudara atau Koes Plus pernah ditugasi pemerintah untuk menjadi intelijen pada era Orde Baru (Orba). Mereka sempat dikirim ke Timor Timur ketika terjadi ketegangan sebelum akhirnya lepas dari Indonesia.

Ikatan Emosional dengan Timor Timur

Misi intelijen itu baru betul-betul dilaksanakan ketika masa pemerintahan Orde Baru. Mereka diberangkatkan untuk mengintai kondisi Timor Timur saat bersitegang dengan Indonesia. Koes Plus berangkat pada 1974 untuk tampil di acara musik di Kota Deli. 

“Tapi [pada masa Orba] terus dimasukin ke Timor Timur pada saat itu. Ya, mereka bagian dari intel. Tikus tanah," ujar Sari.

Meskipun Yok Koeswoyo tidak menceritakan secara spesifik detail tugas mereka di Timor Timur, Sari menduga ayahnya dan anggota Koes Plus lainnya bertemu dengan kelompok pro integrasi. 

Yok Koeswoyo, menurut Sari, baru berani menceritakan pengalaman ini setelah puluhan tahun berlalu. "Papa merasa bahwa 'Ah, sudah lewat 25 tahun aku boleh dong cerita'," tutur Sari.  

Sari pun mengaku sudah mengetahui cerita ini sejak kecil karena sering menguping pembicaraan orang tuanya. Sari mengatakan lantaran misi itu, ayahnya sebetulnya punya ikatan emosional dengan Timor Timur. Sehingga ketika Timor Timur berhasil merdeka melalui referendum pada pemerintahan BJ Habibie, Yok terlihat kurang berkenan.

"Makanya pada saat Timor Timur lepas terus akhirnya menjadi Timor Leste, Bapak saya tuh agak sakit hati," katanya.


Sumber

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama