Ini jarang di ungkap
September 1999...
Suatu hari pasca pengumuman referendum di Timor Leste, Pasukan Interfet yg dipimpin langsung oleh komandannya, Major General Peter Cosgrove meng-inspeksi perbatasan Indonesia-Timor Leste di Gerbang Mottaain, beliau menemui pasukan ABRI (nama lama TNI saat itu) yg berjaga di pos perbatasan tersebut dan dengan angkuh memerintahkan para pasukan ABRI itu untuk mundur sejauh 10 mil ke barat karena menurut mereka Mottaain masuk Timor Leste.
Tapi Pasukan ABRI disana bersikeras kalau Mottaain itu masuk wilayah NTT (Indonesia) dan memperlihatkan PETA yang dimilikinya berdasarkan Peta buatan Belanda 🙁,
Tapi juga dengan keangkuhannya Jenderal Cosgrove tetap memberi ultimatum ke pasukan ABRI agar dalam tempo 3x24 jam meninggalkan pos Mottaain ini atau berhadapan dengan pasukan Interfet (Australia. Red).
Sang Komandan pos langsung contact ke Danrem dan Danrem juga langsung melaporkan masalah ini ke Pangdam Udayana (klau gk salah dijabat Mayjend Adam Damiri) dan Pangdam pun melaporkannya ke atasannya, Menhankam/Pangab Jend Wiranto. Wiranto merespon ultimatum ini dengan segera mengirimkan 2 Batalyon (Yon 501 dan 502) dari Linud organik KOSTRAD ke perbatasan lengkap dengan peralatan full combatannya langsung ke perbatasan Mottaain hari itu juga dengan pesawat Hercules.
Selain mengirim pasukan, Jenderal Wiranto juga menggeser kekuatan beberapa buah F-16 dari Pangkalan Iswahjudi ke Pangkalan El-Tari Kupang untuk berjaga2 segala kemungkinan dan mengirimkan beberapa buah helikopter untuk CAS.
Selain itu Wiranto juga menyiagakan beberapa Batalyon lagi dalam posisi On Call dan meningkatkan kesiapan Hercules untuk menggeser kekuatan secara mendadak untuk berjaga-jaga bilamana eskalasi meningkat tajam.
Peter Cosgrove kaget juga dengan "jawaban" Wiranto yg sangat intens itu dengan melihat hanya dalam tempo 30 jam kekuatan di Mottaain dah bertambah 2 Batalyon 2 lapis (di lapis ke-2 menggelar Artileri untuk support garis depan) sehingga mereka "membatalkan" ultimatum itu dan memilih mundur 10 mill kearah timur.
