Operasi Mantap III di Timor-Timur Th. 1994/1995 dan Peristiwa Meninggalnya Komandante Rodax TT di Laga


Berikut berdasar dokumen versi Indonesia pada 1996. Kalaupun ada salah eja nama dalam tulisan bisa diberikan koreksi karena adanya perbedaan bahasa dan penulisan nama terutama nama berbau Portugis.

Dasar pelaksanaan operasi yang dilakukan oleh Yonif Linud 330 ini adalah Surat Perintah Dan Brigif Linud 17 Nomor: Sprin/183/X/1994 tanggal 14 Oktober 1994, kekuatan 285 orang Yonif Linud 330 di bawah pimpinan Letkol Inf Budi Widjaksono melaksanakan operasi Mantap III di daerah operasi Timor Timur selama 1 tahun.

Pada tanggal 21 Mei 1994 Tim tempur C-6 kekuatan 10 orang dipimpin Lettu Inf Haryanto Nrp 191003581 kontak tembak dengan 8 orang GPK di ketinggian 144 karak 9050 dengan keuntungan 1 orang GPK tertembak mati An. Miziono Guimatant, 1 pucuk senjata SP No 7301-3062, munisi serta perlengkapanya.

Pada tanggal 7 Juli 1994 Tim tempur C-1 dan C-6 kekuatan 35 orang dipimpin Lettu Inf Tandyo Nrp 191003342 kontak tembak dengan 20 orang GPK kelompok Rodax TT(Komandan Kompi) di kordinat 47806575 S. Lolobuti Dana kompleks dengan keuntungan 3 orang GPK tertembak mati An. Rodax Teki Timor alias Elizito Waka Ala (Danki), Dominggas Evanunes Istri Rodax TT, Lewa Kere, 1 pucuk senjata FNC No 09331, 1 pucuk M16 A1 No 9345005, 1 pucuk senapan angin, sejumlah munisi serta obat-obatan telah di rampas.

Pada tanggal 28 Juli 1994 Tim tempur A-3 dan A-4 kekuatan 24 orang dipimpin Letda Inf Dwi Waluyo Nrp 506006 dan Letda Bobby Rinal Makmun Nrp 192003416 kontak tembak dengan 2 orang GPK di Desa Tequinamata karvak 4058 Kecamatan Lega, berhasil menembak mati 2orang GPK, An. Domingos Ximenes dan Juliong alias Elizati, 2 pucuk senjata M 16 A1 No 939405 dan 1909654, munisi, dokumen serta perlengkapanya.

Dalam pelaksanaan operasi Timor Timur tahun 1994/1995 telah berhasil menembak mati 6 orang GPK tertembak mati. Sedang materiil yang berhasil diperoleh adalah berupa 3 pucuk senjata M-16 A1, 1 pucuk senjata FNC, 1 pucuk senjata SP, dan 1 pucuk senapan angin.

Dalam pelaksanaan operasi Timor Timur tahun 1994/1995 tersebut, tercatat bahwa anggota Tim C-I Detasemen pemukul 330 mendapat kehormatan KPLB sebanyak 5 orang, yakni dari Serda ke Sertu 1 orang, Praka ke Kopda 2 orang, dan dari Pratu ke Praka 2 orang.

SUMBER : KARYA JUANG BRIGIF LINUD 17 KUJANG I (1977-1996)


Sumufd

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama