Kisah Kapten Yusuf Dali selamat dalam penghadangan Falintil di jalan Aileu-Dili.

 

Kapten Inf Yusuf Dali (kanan) bersama Sersan Mayor Sonny dalam penugasan Operasi Seroja Timor Timur 1975-1976.

Dok Kol Inf Purn Yusuf Dali


Pada 30-12-1975, Yusuf Dali saat itu bertugas di Denbanpur  Brigif-4 bersama 10 anak buah ditugaskan kembali ke Kota Dili setelah  Brigif-4 merebut Kota Aileu.

Di tengah perjalanan, pick up yang dinaiki Yusuf Dali dan 10 anak buah diadang Falintil. Sopir gugur terkena peluru di kepalanya,  Sementara kakinya  masih menginjak gas. Keadaan ini membuat kendaraan berjalan kencang dan menabrak bukit.  Kendaraan terbalik. Sementara Falintil terus menembaki Yusuf Dali dan anak buahnya. 6 ABRI gugur sementara 4 lainnya terpisah dari Yusuf Dali .Saat itu Yusuf Dali sudah kehilangan pistolnya, sementara senapan SP-1 masih dipegangnya dengan sisa 9 butir peluru. 

Hari makin gelap, sambil berlindung di pohon besar Yusuf Dali berdoa memohon perlindungan Tuhan agar turun hujan dan turun kabut lebat agar bisa menyelamatkan diri . Tak lama kemudian hujan lebat turun. Kesempatan ini digunakan untuk mencuci luka dan meminum air hujan .

Rupanya Falintil mengetahui kalau masih ada anggota ABRI yang masih hidup. Mereka mencari Dali Yusuf sambil berteriak teriak. Mengetahui hal itu, Yusuf Dali melarikan diri dengan melompati jurang. Tapi naas, dahan yang diraih tidak mampu menahan berat tubuhnya. Dali Yusuf terperosok jatuh 30 meter. Suara dahan patah ini menarik perhatian Falintil.  Mereka terus mencari Dali Yusuf.

Para Falintil melongok ke jurang untuk memastikan keberadaan Dali Yusuf. Tak ayal kepala tersebut ditembak Dali Yusuf. Dari tempat tersembunyi, Dali Yusuf berhasil menembak kepala dua Falintil yang memburunya.  

Tak ayal, Falintil lainnya segera menghujani Dali Yusuf dengan peluru. Tetapi keadaan makin gelap di hutan, sehingga Dali Yusuf berhasil meloloskan diri dengan memanfaatkan keadaan dasar jurang yang sangat gelap .

Suara Falintil yang memburunya tidak terdengar lagi . Yusuf Dali merasa sangat letih dan lapar. Belum luka yang juga makin perih. Untuk menahan lapar, Yusuf Dali memakan daun yang ada di tebing jurang. Yusuf Dali kemudian berbaring untuk istirahat.

Ketika malam makin larut, terdengar suara kaki berjalan di air. Yusuf Dali pun bersembunyi di balik batu besar untuk sembunyi dan menyergapnya.  Ternyata orang tersebut anak buahnya yang selamat dari pengadangan sebelumnya.  Kini kekuatan mereka jadi bertambah dua yaitu Kapten Dali Yusuf dan Kopral Rasmono .

Mereka berdua lalu menyusuri sungai hingga suatu hari mereka ketika berjalan di ilalang mendengar suara deru tank . Dari jauh terlihat 4 tank tapi mereka berdua tidak dapat memastikan itu tank ABRI atau tank Fretilin karena jaraknya jauh.

Untuk mengetahui apakah itu kawan atau lawan, Yusuf Dali melepaskan tembakan ke udara sebagai kode. Bila itu ABRI, maka tank akan memberi balasan ke atas, tetapi bila Tank tersebut Falintil pasti akan menghujani tembakan ke arah Yusuf Dali dan Rasmono. 

Tak lama kemudian, tank ABRI membalas kode tembakan tersebut. Legalah Yusuf Dali dan Rasmono karena telah bertemu pasukan kawan.

Ternyata tank tersebut diperintahkan Komandan Brigif-4, Kolonel Atmanto untuk mencari Yusuf Dali yang berdasar keterangan anak buah lain yang selamat memberi keterangan bahwa  saat 6 anak buah gugur dan lainnya luka luka terlihat Yusuf Dali terus memberikan perlawanan terhadap Falintil yang mengadang kendaraan mereka.

Disarikan dari :  Biografi Kol Inf Purn Dali Yusuf : Prajurit, Kerabat Kesultanan Bulungan.

Sumber

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama