Sebuah cerita menarik tentang usaha pelolosan Xanana Gusmao dikisahkan oleh seorang pedagang etnis Tionghoa Timor yg bernama Aqua Leong yg berasal dari kabupaten Same. Leong yg seorang pedagang juga berperan dalam gerakan Klandestin. Pada suatu ketika, TNI telah berhasil mengepung tempat persembunyian Xanana Gusmao, Leong pun berusaha menyelamatkan Xanana dgn cara menyembunyikannya didalam mobil bak terbuka / pick up yg sarat muatan dagangan beserta seekor babi yg akan dikirim ke Dili.
Pasukan TNI yg sudah memastikan buruannya disekitar Same memeriksa dgn ketat setiap arus lalulintas masyarakat & kendaraan. Namun ketika mobil Leong melintasi pos pemeriksaan para tentara tidak mencurigainya, mereka hanya melihat sepintas ke arah tumpukan muatan & b4b1. Kemungkinan para tentara enggan memeriksa secara detail Krn keberadaan b4b1 tersebut. Padahal di mobil pick up tersebut ada target buruan mereka & Xanana pun lolos dari pengejaran TNI.
Cerita lain yg menjadi buah bibir di Timles adalah kisah Pastor Antonio Belo yg berhasil membawa Xanana dari Dili ke Bacau melewati pemeriksaan di daerah Subaun - Manatuto yg dijaga personil TNI-POLRI .Xanana menyamar dengan memakai jubah Pastor & topi khusus. Ia duduk disamping Pastor. Di pos jaga, mereka diperiksa & sempat berbincang-bincang dgn para tentara. Lucunya Xanana bahkan sempat menawarkan rokok kepada polisi & tentara yg sedang melakukan pemeriksaan. Mereka sama sekali tak curiga apalagi mengenali Xanana. Akhirnya Xanana pun lolos
